Book 2 || Bab 2 Management Jaringan

 Assalamu'alaikum wr.wb.

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang Management Jaringan.
Bab 2 Management Jaringan 

LAb 1 : ARP Mode ( Disable )

          ARP adalah singkatan dari Address Resolution Protocol dan ARP merupakan sebuah Protokol yang bekerja pada Layer 2 dan Layer 3 (OSI Layer) dan ARP berfungsi untuk memetakan atau mencari tahu MAC Address dari setiap hardware yang berada pada satu jaringan LAN dan mencari tahu MAC Address dari suatu hardware. ARP memanfaatkan IP Address yang terkonfigurasi pada setiap perangkat.

Konfigurasinya :
  1. Login ke mikrotik dulu.
  2. Lalu kita menuju ke Interface kemudian klik 2x pada interface yang ARP Modenya ingin dirubah menjadin Disabled.

3. Pada tab general ubah mode ARP menjadi Disable.
4. Untuk melakukan pengecekan keberhasilan dari konfigurasi masuk pada menu IP --> ARP , disitu kita dapat melihat pemetaan IP berhasil atau tidak.


Lab 2 : ARP Mode ( Enabled )

Konfigurasinya :
  1. Login ke mikrotik dahulu.
  2. Masuk ke interface dan klik 2x pada interface yang dikonfigurasi. Dan pada router ini seluruh interface ARP Modenya Enabled.
  3. Lalu menuju IP --> ARP dan coba lihat ARP list, disitu terlihat pemetaan IP yang berjalan di interface ether 1 dan ether 2 dan berlebel "D" yang artinya dynamic.

Lab 3 : ARP Mode Replay-only

Konfigurasinya :
  1. Login ke mikrotik terlebih dahulu.
  2. Diasumsikan kita sudah melakukan konfigurasin IP dan DHCP Server dengan alamat RB 192.168.10.1 dan pastikan client dapat ping ke router.
  3. Setelah itu kita cek IP --> ARP list apakah sudah dinamic atau belum, jika sudah sekarang kita coba klik 2x pada IP si Client, lalu kita buat menjadi static, caranya dengan klik "Make Static". Pada  ARPl coba lihat apakah tanda D "Dynamic" pada IP Client ( ether 2 ) hilang, maka artinya sudah bereubah menjadi static.
  4. selanjutnya kita merubah mode ARP pada ether 2, yang semula mode Enabled menjadi Reply-only.
  5. Jika sudah melakukan konfigurasi diatas, maka client tidak dapat merubah IP semaunya, karena jika client merubah IPnya, client tidak akan bisa komunikasi dengan router.
  • Coba melakukan konfigurasi IP secara manual tetapi tetap satu jaringan.
  • Kemudian lakukan pengetesan dengan ping kealamat router, maka client tidak dapat berkomunikasi dengan Router.
  • Dari sini dapat kita simpulkan bahwa karena IP yang dikonfigurasi secara manual tidak terdaftar pada ARP List Mikrotik, maka tidak dapat berkomunikasi dengan Router.
Lab 4 : DHCP Server

          DHCP adalah singakatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, DHCP berguna untuk mengalokasikan alamat IP dalam satu jaringan yang berbasis arsitektur Client/Server, Mikrotik dapat berperan sebagai DHCP Client ataupun Server, nah pada kesempatan ini saya akan menjelaskan dari segi DHCP Server terlebih dahulu.
          DHCP Server berfungsi untuk memberikan IP Address secara otomatis pada Client yang terhubung dengan DHCP Server, sehingga memudahkan Client, karena tidak perlu mengkonfigurasi IP Address secara manual.

Langkah-langkah mengkonfigurasi DHCP Server :
  1. Login ke Mikrotik terlebih dahulu.
  2. Lalu buatlah IP pada interface yang mengarah ke Client disini Client menggunakan ether 2.
  3. Masuk ke IP --> DHCP Server.
  4. Selanjutnya klik DHCP Setup.
  5. Pilih interface yang mengarah ke Client di sini menggunakan ether 2, lalu klik Next --> Next --> Next sampai ada tulisan succesfully.
  6. Langkah selanjutnya adalah menentukan Range IP yang akan diberikan kepada Client.
  7. Untuk DNS Server bisa di isi atau tidak. Jika ingin diisi bisa menggunakan DNS server milik Google yaitu 8.8.8.8 dan 8.8.4.4, selanjutnya klik next.
  8. Untuk melanjutkan proses selanjutnya tekan next.
  9. Setelah itu akan muncul notifikasi "setup has completed succesfully". Artinya DHCP Server sudah berhasil ditambahkan.
  10. Untuk pengujian apakah client mendapatkan IP secara otomatis maka cek pada connection details, apakah DHCP Server telah bekerja sebagai mana mestinya.
Lab 5 : Lease Time 

          Daftar perangkat yang sudah diberikan IP secara otomatis akan ada pada /ip dhcp-server lease. Secara default, ip address yang akan diberikan ke client diurutkan dari belakang (192.168.4.254). Akan tetapi, kita juga bisa melakukan pengaturan agar sebuah IP hanya akan dipinjamkan ke Client tertentu. Misalnya, jika Client-A melakukan request DHCP, maka Server akan selalu memberikan IP 192.168.4.254.
          Konsep tertentu dapat diterapkan dengan menggunakan Static Lease. Ide dasarnya adalah melakukan reservasi sebuah IP Address untuk sebuah MAC Address tertentu. Dapat disimpulkan Lease Time adalah batas penyewaan IP Address. Inilah sebabnya, kenapa sebagian orang menyebut fungsi DHCP adalah untuk "menyewakan" IP, karena IP yang telah diberikan kepada Client tidak berlaku seumur hidup, disitu ada batas waktu penggunaan IP sesuai dengan konfigurasi lease time-nya.
Berikut konfigurasinya:
1.login ke mikrotik terlebih dahulu
2.pastikan anda sudah konfigurasi agar client tersebut mendapat internet
3.Pilih IP > DHCP server > lalu klik 2x pada DHCP 1 > lalu ubah leasses time sesuai keinginan > lalu OK


Lab 6 : Lease MAC Static Management

          DHCP Static Management disebut juga DHCP MAC Static memiliki fungsi agar sebuah Client membahas IP Address yang sama saat request IP secara DHCP, meskipun Client menonaktifkan internet pada PCnya ke internet, Client tersebut akan memiliki IP yang sama dengan sebelum dia menonaktifkan, karena DHCP MAC Static membuat sebuah Client memiliki IP tetap, sesuai dengan bagaimana DHCP MAC Static itu dikonfigurasi, langkah-langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut :
  1. Login ke Mikrotik terlebih dahulu.
  2. Masuk ke IP --> DHCP Server --> Lease, maka akan muncul tampilan sebagai berikut ".
  3. Lalu klik 2 kali pada Client yang terhubung 
  4. Lalu akan muncul tampilan seperti ini. Selanjutnya pilih "Make Static/perintah secara langsung" Lalu OK.
  5. Setelah itu klik 2 kali lagi pada Client untuk mengkonfigurasi IP sesuai yang kita inginkan. Disini saya membuat IPnya menjadi 192.168.10.5, lalu Apply-OK.
  6. Lalu kita lakukan pengujian dengan Disable & Enable Internet pada Client.
  7. Kemudian lihat pada Connection Details.
  8. Pada connection details diatas terlihat bahwa IP Client, sesuai dengan apa yang telah kita konfigurasikan tadi, dan meskipun kalian Enable dan Disable berkali-kali, kalian akan tetap mendapat IP yang telah ditentukan pada DHCP, kecuali jika MAC Address PC kalian berubah maka kalian tidak lagi mendapai IP itu, karena cara kerja MAC Static ini menggunakan MAC Address Client.
Lab 7 : DHCP Server Security

          DHCP Server Security bertujuan agar Client tidak mengkonfigurasi IP nya secara manual, maksudnya saat kita telah melakukan konfigurasi DHCP Server Security, apabila Client mengkonfigurasi IPnya secara manual maka dia tidak akan bisa konek ke Router. Pada intinya DHCP Server Security bertujuan untuk mencegah Client mengkonfigurasi IP nya secara manual.

Langkah - langkah mengkonfigurasi DHCP Server Security adalah sebagai berikut :

  1. Login ke Mikrotik terlebih dahulu.
  2. Lalu masuk IP --> DHCP Server, klik 2 kali pada dhcp1 lalu, pada bagian bawah klik pada Add ARP for Lease sehingga menjadi cetang.
  3. Lalu masuk ke interface, klik 2 kali pada ether aktif yang menuju client (disini ether 2), lalu pada ARP pilih menjadi Reaply-only.
  4. Untuk mengujinya, atur IP Address pada Client menjadi Static atau manual.
  5. Lalu coba ping dari Client ke Router.
  6. Maka hasilnya akan RTO (Request Time Out)
Lab 8 : DHCP Client 

          DHCP Client berfungsi untuk meminta IP dari DHCP Server, DHCP Server itu biasaya berupa Router yang tersambung ke Internet dan seharusnya apabila Router meminta IP dari DHCP Server yan terhubung  internet, maka otomatis Router dapat terhubung ke Internet, sedangkan Client belum dapat terhubung ke Internet.

Langkah - langkah konfigurasinya sebagai berikut :
  1. Login k Mikrotik terlebih dahulu
  2. Pilih IP -> DHCP Client.
  3. Pastikan settingannya seperti berikut, untuk interface arahkan ke Port yang terhubung ke Internet Ether 1 --> lalu pilih OK.
  4. Jika berhasil maka statusnya akan menjadi Bound seperti di bawah ini.

  5. Lalu buka IP --> Address, apabila DHCP Client berhasil maka kita akan medapatkan IP dari Router yang menjadi DHCP Server.
Lab 9 : Router Gateway
          Router Gateway berfungsi untuk membuat komputer client yang terhubung dengan Mikrotik dapat membuka Mikrotik. Apabila kalian telah mengkonfigurasi DHCP Client pada Mikrotik, seharusnya Mikrotik dapat terhubung dengan jaringan Internet.

  1. Tetapi apabila dari sisi Client yang melakukan ping maka hasilnya akan RTO. Hal ini karena kita belum melakukan konfigurasi terhaap Router Gateway.
  2. Cara konfigurasi Router Gateway sangat mudah, kita hanya harus menambah Firewall NAT, caranya adalah sebagai berikut :
  • Pada tampilan berikutya pilih Scrnat pada Chain, out interfacenya Ether 1 atau yang menuju ke Internet.
  • Kemudian menuju Action dan pilih Masquerade, lalu klik OK.
  • Untuk pengujian lakukan ping dari komputer client ke google.com dan hasilnya akan replay seperti gambar di bawah ini.
sekian penjelasan dari saya semoga bermanfaat : )

Wssalamu'alaikum wr.wb.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Book 2 || Bab 2 Management Jaringan"

Posting Komentar

Featured Post

How to Install Java on Windows

  Assalamu'alaikum wr. wb. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang java. Java adalah bahasa pemograman yang diguanakan secar...